KARAWANG – Kegiatan normalisasi saluran irigasi dari KW 4 hingga KW 5 di Kelurahan Karawang Wetan menuai sorotan tajam dari warga. Selain tidak dilengkapi papan informasi proyek, pengerjaan juga diduga dilakukan tanpa memperhatikan kebersihan lingkungan.
Berdasarkan pantauan Media Editorial.co.id di lokasi pada Jumat (10/4/2026), pekerjaan yang telah berlangsung sejak 31 Maret 2026 tersebut masih berjalan. Namun, tidak ditemukan papan proyek yang seharusnya memuat informasi seperti nama kegiatan, nilai anggaran, waktu pelaksanaan, serta pihak pelaksana.
Di sisi lain, kondisi hasil pengerjaan juga memprihatinkan. Material hasil pengerukan terlihat menumpuk di sepanjang bantaran saluran, bercampur dengan sampah kayu, plastik, hingga limbah rumah tangga.
Tumpukan tersebut diduga merupakan hasil pengerukan menggunakan alat berat (beko) yang dilakukan tanpa proses pemilahan maupun pembersihan lanjutan.
“Ini mah kayak asal dikeruk aja, sampah sama lumpur ditaruh di pinggir, jadi makin kotor,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi, yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah baru, seperti bau tidak sedap, penyumbatan kembali saluran, hingga risiko kesehatan bagi warga sekitar.
Kegiatan normalisasi tersebut diduga merupakan bagian dari pekerjaan yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta II (PJT II), mengingat kewenangannya dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah Karawang.
Sebagai badan usaha milik negara, Perum Jasa Tirta II seharusnya menjunjung tinggi prinsip transparansi dan memperhatikan dampak lingkungan dalam setiap pelaksanaan kegiatan.
Tidak adanya papan informasi proyek serta metode pengerjaan yang dinilai kurang maksimal pun memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut.
Warga berharap adanya perbaikan dalam proses pengerjaan, termasuk pembersihan hasil kerukan serta pemasangan papan informasi proyek agar kegiatan tersebut berjalan lebih transparan dan tidak merugikan lingkungan sekitar.
Saat berita ini di buat, Tim Redaksi Editorial.co.id juga berusaha untuk mengkonfirmasikan publikasi ini agar dapat berimbang.***










