KARAWANG – Arif Dianto menegaskan bahwa dirinya tidak sekadar “mencoba peruntungan” dalam kontestasi pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Karawang periode 2025–2031 pada Musyawarah Kabupaten (Mukab) VIII mendatang.
Pengusaha asli Karawang yang dikenal vokal dalam isu pemberdayaan UMKM, peningkatan iklim investasi lokal, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) itu menyatakan bahwa pencalonannya merupakan langkah serius untuk membawa perubahan nyata di tubuh organisasi.
“Saya tidak sedang main-main. KADIN Karawang membutuhkan energi baru, pemikiran terukur, dan kepemimpinan yang hadir untuk semua pelaku usaha, bukan hanya segelintir kelompok. Itulah komitmen saya,” ujar Arif.
Saat ini, Arif masih menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan SDM dan Vokasi KADIN Karawang, serta Ketua Umum Nasional Human Resource Institute (NHRI).
Visi Besar untuk KADIN Karawang
Dalam pencalonannya, Arif mengusung visi besar:
“Menjadikan KADIN Karawang sebagai lembaga katalisator pertumbuhan ekonomi daerah yang modern, inklusif, dan berdaya saing, serta memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam membangun ekosistem usaha yang maju, produktif, dan berkelanjutan.”
Misi Strategis
Untuk mewujudkan visi tersebut, Arif merumuskan sejumlah misi utama:
1. Membangun Kolaborasi Berkelanjutan dengan Pemerintah Daerah
- Menyelaraskan program KADIN dengan arah pembangunan ekonomi Karawang
- Mendukung agenda prioritas investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan UMKM
- Memperkuat koordinasi kebijakan guna meningkatkan kemudahan berusaha
2. Mengoptimalkan Potensi Karawang sebagai Pusat Industri Nasional
- Mendorong pengembangan teknologi dan inovasi industri
- Meningkatkan standar mutu pelaku usaha
- Menjawab tantangan transformasi digital dan industri 4.0
3. Menguatkan Peran UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi
- Memperluas akses pendanaan, pemasaran, dan sertifikasi
- Membangun kemitraan strategis
- Menghubungkan UMKM dengan rantai pasok industri besar
4. Meningkatkan Kualitas SDM dan Tenaga Kerja Lokal
- Mengembangkan pelatihan vokasi dan pemagangan berbasis kebutuhan industri
- Kolaborasi dengan lembaga pendidikan, BLK, dan perusahaan manufaktur
5. Mewujudkan Tata Kelola KADIN yang Profesional dan Modern
- Digitalisasi layanan dan penguatan sistem administrasi
- Membangun organisasi yang transparan, akuntabel, dan terukur***












