KARAWANG-Selama bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, stabilisasi harga bahan komoditas pangan menjadi perhatian serius.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Budiwanto, S.Si, M.M., menegaskan perlunya intervensi pemerintah daerah guna menjaga ketersediaan dan kestabilan harga pangan, terutama di tengah dampak musim penghujan yang lalu.
Menurut H. Budiwanto, curah hujan tinggi dan banjir yang terjadi di sejumlah sentra pertanian berdampak langsung pada menurunnya produktivitas tanaman hortikultura. Kondisi ini berimbas pada pasokan di pasar yang tidak optimal sehingga memicu kenaikan harga.
“Beberapa waktu terakhir harga cabai bahkan menembus angka Rp120.000 per kilogram, hampir setara dengan harga daging. Ini tentu memberatkan masyarakat, apalagi menjelang Ramadan dan Idulfitri di mana kebutuhan konsumsi meningkat,” ujarnya, Minggu (22/2/2026) pagi.
Ia menjelaskan, sektor hortikultura seperti cabai dan aneka sayuran sangat rentan terhadap cuaca ekstrem.
Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banyak lahan tergenang dan tanaman mengalami gangguan pertumbuhan hingga gagal panen. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi ini dikhawatirkan mengganggu ketersediaan bahan pangan utama.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Karawang–Purwakarta, H. Budiwanto meminta Pemerintah Kabupaten Karawang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengambil langkah konkret.
Di antaranya melalui penguatan distribusi antarwilayah, optimalisasi cadangan pangan, serta operasi pasar untuk menekan lonjakan harga.
“Pemerintah daerah perlu hadir memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tetap stabil. Jangan sampai masyarakat menghadapi Ramadan dengan beban harga yang melonjak,” tegasnya.
Lagislator Dapil Jabar X (Karawang-Purwakarta) ini juga mendorong sinergi antara dinas pertanian, dinas perdagangan, dan para pelaku usaha untuk mempercepat distribusi dari daerah yang surplus produksi ke daerah yang mengalami kekurangan pasokan. Selain itu, dukungan kepada petani terdampak banjir perlu diperkuat melalui bantuan benih, pupuk, dan perbaikan infrastruktur irigasi.
Ia menekankan bahwa momentum Ramadan dan Idulfitri harus menjadi perhatian bersama, karena stabilitas pangan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut ketenangan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.
“Stabilisasi harga pangan adalah bagian dari menjaga ketahanan pangan daerah. Pemerintah harus sigap agar menjelang Idulfitri harga tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga,” pungkasnya.***












