Religi

Lima Amalan Istimewa Bulan Dzulhijjah

×

Lima Amalan Istimewa Bulan Dzulhijjah

Sebarkan artikel ini
Umat Islam lakukan ibadah haji di bulan Dzulhijjah

EDITORIAL-Bulan Dzulhijjah adalah bulan ke-12 dan terakhir dalam penanggalan hijriyah yang memiliki makna istimewa bagi umat Islam. Di bulan Dzulhijjah, terdapat banyak keutamaan dan berbagai amalan, baik sunnah maupun wajib yang pahalanya sangat besar.

Mengingat betapa mulianya bulan ke-12 dalam tahun hijriah ini, maka umat Islam dianjurkan untuk berlomba-lomba dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT, terutama pada 10 hari pertama.
Berikut ini amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Dzulhijjah:

1. Berpuasa, Terutama di Hari Arafah

Sebagai seorang Muslim, kita dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah sejak hari pertama hingga hari ke-9 di bulan Dzulhijjah. Tetapi, jika berpuasa selama hari ke-1 hingga ke-9 terasa berat, dianjurkan untuk melaksanakan puasa hari Arafah-nya saja yaitu tanggal 9.

Pahala berpuasa ini memiliki pahala yang tidak main-main, yaitu menghapus dosa dua tahun, sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya: “Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. An Nasaa’i)

2. Perbanyak Zikir

Berzikir dan mengumandangkan takbir juga merupakan amalan yang dianjurkan pada bulan Dzulhijjah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Diantara hari-hari tidak ada hari yang lebih agung menurut Allah dan tidak ada hari yang paling dicintainya. dari pada hari sepuluh (sepuluh hari awal dzulhijjah), pada hari itu perbanyaklah membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir”. (HR. Ath-Thobaroni).

Ahli tafsir menjelaskan bahwa hari-hari yang telah ditentukan tersebut salah satunya 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah.

3. Berhaji Jika Mampu

Haji menjadi amalan wajib yang dapat dilakukan oleh umat Islam yang mampu secara fisik, finansia, dan spiritual. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Hajj: 27-28, yang artinya:

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.”

4. Melaksanakan Salat Iduladha

Salat ied adalah ibadah sunnah yang dilakukan satu tahun sekali ketika hari raya Iduladha. Untuk itulah, sebaiknya kita tidak melewatkan salat Iduladha dan mendengarkan khutbah sampai selesai.
Sebab melaksanakan salat Iduladha dan mendengarkan ceramah tersebut dapat menjadi amalan puncak di bulan yang mulia ini.

5. Menyembelih Hewan Kurban

Sebagai umat Islam, kita juga dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban. Waktu penyembelihan ini dilakukan setelah melaksanakan salat Iduladha hingga hari Tasyrik.

Dengan memyembelih hewan kurban, maka ibadah menjadi sempurna, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Barangsiapa menyembelih (hewan kurban) setelah shalat (ied) maka ibadah kurbannya telah sempurna dan dia telah melaksanakan sunnah kaum Muslimin dengan tepat.” (HR. Bukhari) [No. 5545 Fathul Bari] Shahih.

Setelah disembelih, daging kurban dibagikan kepada seluruh umat Islam, terutama kaum fakir dan miskin.
Ibadah kurban ini diikuti amalan lain yaitu disunnahkan untuk tidak memotong kuku dan rambut sampai hewan kurban telah disembelih.

“Jika masuk bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih kurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya.” (H.R. Muslim). (red).

Sumber : megasyariah.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *