Ekbis

Bukan Sekadar Perumahan, HWB Purwakarta Bangun Kawasan Hunian dan Pusat Ekonomi Baru

×

Bukan Sekadar Perumahan, HWB Purwakarta Bangun Kawasan Hunian dan Pusat Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini
Warga mengikuti serah terima 1.500 unit rumah Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta di Desa Karangmukti, Bungursari, Purwakarta, Sabtu (31/10/2026).

PURWAKARTA, Editorial.co.id – Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta mulai memasuki tahap serah terima 1.500 unit rumah. Pengembangan kawasan ini tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian terjangkau, tetapi juga membangun lingkungan yang mendukung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Proses serah terima tersebut ditandai melalui acara di Balai Nusantara HWB Purwakarta, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta manajemen HWB Purwakarta.

Hadir di antaranya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Purwakarta Entin Suryatin, S.T., M.M., Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Didi Garnadi, S.Pd., M.M., Camat Bungursari Wita Gusrianita, S.E., Kp., serta Kepala Desa Karangmukti H. Endin Jaenudin, S.M.

Entin Suryatin mengapresiasi perkembangan HWB Purwakarta sejak diluncurkan pada Februari 2026. Ia berharap pembangunan dan proses serah terima berjalan lancar sehingga semakin banyak keluarga dapat menempati hunian yang layak dan nyaman.

Sementara itu, Didi Garnadi menekankan pentingnya pembangunan kawasan yang didukung infrastruktur memadai, mulai dari akses jalan, drainase, hingga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Dari sisi masyarakat, Camat Bungursari Wita Gusrianita menilai kehadiran HWB berpotensi menjadi pusat aktivitas ekonomi baru sekaligus menghadirkan ruang interaksi dan hiburan bagi warga.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Karangmukti H. Endin Jaenudin. Menurutnya, perkembangan kawasan HWB dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Ia berharap penghuni baru dan warga setempat dapat hidup berdampingan serta bersama-sama menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan.

HWB Purwakarta juga memperoleh pengakuan dari Indonesia Property Watch (IPW). Pada 22 September 2026, kawasan ini mendapatkan Indonesia Property Record dalam kategori Rumah Komersial (Non-Subsidi) 2 Lantai dengan Harga Paling Terjangkau se-Indonesia.

CEO IPW Ali Tranghanda menilai keterjangkauan rumah perlu diimbangi lokasi dan kualitas lingkungan yang mendukung kehidupan penghuninya.

“Persoalan perumahan bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibangun, tetapi bagaimana rumah tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan dan berada di lokasi yang mendukung kehidupan mereka,” ujarnya.

Ia menilai HWB Purwakarta menunjukkan bahwa hunian komersial terjangkau dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan kualitas lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Deputy COO Hunian Warisan Bangsa I Putu Adi Sastrawan mengatakan, pengembangan HWB tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga menciptakan lingkungan bagi keluarga untuk membangun kehidupan dan masa depan.

“Apa yang kami bangun bukan hanya rumah, tetapi lingkungan tempat keluarga dapat membangun kehidupan dan masa depan mereka. HWB Purwakarta dibangun untuk manusia, diilhami oleh komunitas, dan dibentuk untuk masa depan,” katanya.

HWB Purwakarta dikembangkan melalui PT Hunian Warisan Bangsa bersama LippoLand, dengan dukungan program kemitraan UMKM LippoLand.

Sejak diluncurkan pada akhir 2025, penjualan kawasan ini diklaim telah mencapai lebih dari 2.000 unit. Sementara pada peluncuran tahap pertama Februari 2026, lebih dari 1.000 unit telah terjual.

Hunian tersebut ditawarkan mulai Rp98 juta dengan pilihan satu, dua, dan tiga kamar tidur. Desain rumah mengutamakan fungsi ruang, pencahayaan alami, ventilasi, serta area parkir.

Selain itu, tersedia skema cicilan tertentu mulai sekitar Rp600.000 per bulan selama 40 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk mendukung kehidupan sosial penghuni, HWB menghadirkan sejumlah fasilitas. Salah satunya Masjid Tajug Istimewa Nusantara yang diresmikan pada 30 Januari 2026.

Masjid seluas sekitar 240 meter persegi tersebut memiliki kapasitas sekitar 150 jemaah. Selain menjadi tempat ibadah, fasilitas ini diharapkan menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga.

Aktivitas masyarakat juga mulai tumbuh melalui berbagai kegiatan di Balai Nusantara dan ruang komunal.

Mulai dari bazar makanan, pasar malam, musik langsung, lomba mewarnai anak, senam, tari tradisional, hingga bersepeda bersama.

Kegiatan tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan usaha.

Peluang ekonomi lainnya disiapkan melalui Griya Niaga, kawasan komersial yang dilengkapi deretan ruko tiga lantai berukuran 4 x 12 meter.

Ruko tersebut menghadap boulevard utama selebar 16 meter, dilengkapi balkon dan jaringan listrik bawah tanah. Sejumlah usaha yang telah beroperasi di kawasan ini antara lain Toko MAMA, FmX, Bank Nobu, serta pusat kuliner dan UMKM.

Ke depan, HWB Purwakarta direncanakan mampu menampung lebih dari 30.000 penduduk.

Dimulainya serah terima 1.500 unit menjadi langkah baru dalam pengembangan kawasan tersebut.

Tantangannya bukan hanya membangun rumah, tetapi juga memastikan fasilitas, kehidupan sosial, dan aktivitas ekonomi tumbuh seiring bertambahnya jumlah penghuni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *