KARAWANG, Editorial.co.id – Berawal dari ketertarikan terhadap dunia pertanian, Saeful Bahri atau akrab disapa Kang SB terus mengembangkan budidaya melon dengan mengedepankan kualitas buah.
Sejak 2013, ia konsisten menekuni usaha tani melon yang kini menjadi salah satu peluang usaha hortikultura bernilai ekonomi.
Berlokasi di kawasan Karang Tengah, RT 012/RW 003, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Kang SB memanfaatkan lahan sekitar 200 meter persegi untuk membudidayakan sejumlah varietas melon premium.
Meski dengan lahan terbatas, ia berupaya menghasilkan buah berkualitas yang memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen.
“Sudah sejak 2013 saya mulai menekuni budidaya melon. Untuk luas lahannya sekitar 200 meter persegi,” ujar Kang SB pada Sabtu (31/10/2026).
Salah satu varietas yang dikembangkan adalah Sweet Lavender. Melon ini memiliki daya tarik dari segi tampilan maupun cita rasa, dengan bentuk bulat lonjong, kulit berwarna kuning keemasan dengan jaring tipis, serta daging buah berwarna oranye muda.
Keistimewaannya terletak pada perpaduan rasa manis, tekstur renyah, dan kandungan air yang memberikan sensasi segar saat disantap.
Selain Sweet Lavender, terdapat pula varietas premium lainnya, seperti Fujisawa dan The Blues atau Hami Hijau.
Masing-masing memiliki karakteristik rasa, tekstur, dan tampilan yang menjadi daya tarik bagi pencinta melon.
Menurut Kang SB, tanaman melon membutuhkan waktu sekitar 75 hari sejak penanaman hingga siap dipanen.
Namun, jumlah hasil panen dan kebutuhan modal tidak selalu sama karena bergantung pada jenis melon yang dibudidayakan.
“Untuk hasil panen dan modal yang dikeluarkan bervariasi, tergantung jenis melon yang ditanam. Kalau harga jualnya sekitar Rp45 ribu per kilogram,” jelasnya.
Dalam proses budidaya, serangan hama menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi. Meski demikian, perawatan tanaman terus dilakukan agar kualitas buah tetap terjaga hingga memasuki masa panen.
Menariknya, pemasaran melon dilakukan dengan konsep petik sendiri (pick your own).
Konsumen dapat datang langsung ke kebun untuk melihat sekaligus memilih buah melon yang diinginkan.
Bagi Kang SB, budidaya melon bukan sekadar menghasilkan buah, tetapi juga memberikan kepuasan dalam menjalani aktivitas pertanian.
Ia berharap usaha yang telah dirintis lebih dari satu dekade tersebut semakin berkembang dan memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan.
“Harapan saya ke depan usaha tani melon ini bisa semakin berkembang dan tentunya lebih happy dalam menjalankannya,” ungkap Kang SB.
Kisah Kang SB menjadi gambaran bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk mengembangkan pertanian bernilai tambah.
Dengan ketekunan, inovasi varietas, dan perhatian terhadap kualitas, budidaya melon premium memiliki peluang untuk terus berkembang.












