Purwakarta,Editorial.co.id – Suasana penuh kehangatan dan persaudaraan mewarnai acara Halal Bihalal Idulfitri 1446 H yang diinisiasi oleh Forum Lintas Agama bersama BKSG Purwakarta dan Karawang.
Bertempat di Galeri Silaturahmi Rest Area KM 72 A Jalan Tol Cipularang, Purwakarta, pada Jumat (11/4/2025), kegiatan bertema “Menjalin Silaturahmi, Mempererat Persaudaraan dan Menyebarkan Kasih Dalam Kebersamaan” ini dihadiri oleh tokoh dan perwakilan dari berbagai agama.
Kepala Kantor Kemenag Karawang, H. Sopian, yang hadir bersama jajarannya, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini.
H Sopian mengungkapkan kebanggaannya atas inisiatif forum lintas agama dalam mempererat tali silaturahmi antar umat beragama.
Sopian, yang dikenal sebagai “Bapak Moderasi,” memaparkan upaya yang telah dilakukan Kemenag Karawang dalam mempromosikan moderasi beragama, termasuk pembentukan tiga kampung moderasi dan rencana pengembangan di empat kecamatan lainnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti keberadaan “kampung kerukunan” di perumahan Resinda Karawang, di mana berbagai rumah ibadah berdiri berdampingan secara harmonis.
Sebuah kabar membanggakan disampaikan H. Sopian terkait Rest Area KM 72 A. Ia juga mengungkapkan bahwa Galeri Silaturahmi yang ada di sana diharapkan menjadi proyek percontohan (pilot project) untuk Jawa Barat.
Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari harapan Menteri Agama, dan telah disepakati bersama FKUB untuk menjadikan galeri ini sebagai model kerukunan di tingkat provinsi.
Sopian pun menyampaikan rencana untuk menjalin komunikasi berkelanjutan dengan pengelola rest area agar pertemuan antar umat beragama dapat rutin diadakan di lokasi tersebut.
Ketua FKUB Purwakarta, H. John Dien, menyambut gembira dan mengapresiasi keberadaan Galeri Silaturahmi di rest area tersebut.
Ia berharap galeri ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dan kehadirannya dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Senada dengan itu, Direktur Rest Area KM 72 A, Jimmy Leo Tjandra, menjelaskan bahwa ide pendirian galeri ini terinspirasi dari terowongan silaturahmi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.
Ia juga menekankan bahwa keberagaman dan persatuan adalah kekayaan bangsa yang tak ternilai. Jimmy berharap Galeri Silaturahmi tidak hanya menjadi sebuah bangunan, tetapi juga sumber inspirasi kebaikan dan aksi nyata bagi kemajuan bangsa.
Menurutnya, galeri ini akan menjadi tempat untuk menyimpan karya indah dan “tulisan tuhan” dari berbagai kalangan, yang pada akhirnya akan menghasilkan manfaat bagi semua pihak.












