KARAWANG – Dinamika menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada November 2026 mendatang mulai memunculkan diskursus menarik mengenai keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan akar rumput.
Di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, sosok Nurnida Alya Dharmawan kini menjadi sorotan bukan sekadar sebagai kontestan, melainkan sebagai representasi pemimpin perempuan yang progresif.
Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, memberikan pandangan mendalam mengenai munculnya figur Nurnida Alya.
Menurutnya, Pilkades Bengle kali ini akan menjadi panggung pembuktian bahwa kepemimpinan perempuan mampu menawarkan pendekatan yang berbeda dan lebih efektif.
H. Endang Sodikin menekankan bahwa aspek gender dalam pencalonan Nurnida Alya membawa angin segar.
Ia melihat Nurnida sebagai sosok yang mampu mematahkan stigma lama tentang kepemimpinan yang kaku dengan menghadirkan gaya kepemimpinan yang ia sebut sebagai “Silent Leader”.
“Nurnida Alya merupakan figur muda, profesional, dan berlatar belakang pengusaha. Di mata saya, beliau bukan sekadar ‘calon alternatif’, tapi ‘calon kuat’. Kekuatannya terletak pada sifat Silent Leader; sosok yang tenang namun strategis dalam bertindak,” ujar H. Endang Sodikin, Selasa (28/04/2026).
Lebih lanjut, Ketua DPRD Karawang ini menonjolkan bagaimana karakter khas perempuan yang cenderung lebih melayani dan rendah hati dapat menjadi modal sosial yang kuat di desa.
Keberhasilan Nurnida Alya diyakini akan sangat bergantung pada kemampuannya menyinergikan naluri melayani dengan langkah-langkah strategis untuk kemajuan desa.
“Bengle akan menjadi pusat perhatian seluruh Kabupaten Karawang karena kehadiran figur perempuan ini. Sifat rendah hati dan kemauan untuk melayani yang memang sudah tertanam dalam dirinya adalah kekuatan utama. Jika pemilihan dilakukan hari ini, peluang menangnya sangat besar,” tambah H. Endang.
Nurnida Alya sendiri memosisikan dirinya sebagai inspirasi bagi kaum perempuan di Desa Bengle.
Selain berfokus pada infrastruktur dan transparansi dana desa, ia membawa misi besar untuk mendorong pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan dan penguatan UMKM lokal.
Sebagai perempuan yang memiliki latar belakang keluarga pengusaha dan jejaring yang luas, Nurnida optimis dapat menciptakan kemandirian ekonomi bagi warga, terutama ibu-ibu rumah tangga di desanya.
“Perempuan memiliki potensi besar dalam mendorong perubahan sosial. Saya ingin memastikan Desa Bengle menjadi desa yang maju dan mandiri, di mana setiap elemen masyarakat, termasuk perempuan, terlibat aktif dalam pembangunan,” tegas Nurnida.
Momentum Pilkades November 2026
Meski pelaksanaan Pilkades serentak baru akan digelar pada November 2026, kemunculan Nurnida Alya sebagai figur perempuan yang visioner telah memberikan warna baru.
Kehadirannya diharapkan menjadi barometer baru bagi kepemimpinan desa di Karawang yang tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga kecerdasan manajerial dan empati sosial yang tinggi.***












