BeritaNews

Pasca Banjir Surut, Ketua DPRD Karawang ‘Lari’ dari RS Demi Tinjau 1.354 Jiwa di Buana Asri yang Terancam Luapan Susulan

×

Pasca Banjir Surut, Ketua DPRD Karawang ‘Lari’ dari RS Demi Tinjau 1.354 Jiwa di Buana Asri yang Terancam Luapan Susulan

Sebarkan artikel ini

KARAWANG, Editorial.co.id– Kondisi kesehatan tampaknya bukan penghalang bagi Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin (Kang HES), untuk menjalankan fungsi pengawasan.

Meski baru saja dinyatakan pulih dan keluar dari rumah sakit, Kang HES langsung tancap gas meninjau kondisi pasca-banjir di Perumahan Buana Asri, Kelurahan Palumbonsari, Minggu (25/1).

Kehadiran Kang HES di lokasi saat air mulai surut ini bertujuan untuk memastikan keselamatan 1.354 jiwa yang bermukim di sana, mengingat ancaman banjir susulan masih menghantui akibat pendangkalan sungai yang kian parah.

Pengerukan Rutin Terhenti di 2024-2025

Dalam tinjauannya di area tanggul, Kang HES menyoroti terhentinya agenda pengerukan berkala.

Ia menyayangkan adanya kekosongan pemeliharaan selama dua tahun terakhir yang berdampak langsung pada daya tampung air.

“Dulu pengerukan dilakukan setiap tahun. Namun di tahun 2024 dan 2025 ini tidak ada sama sekali. Alasannya, Kabupaten telah menyerahkan hal ini kepada BBWS karena memang secara aturan adalah wilayah kewenangan mereka,” ujar Kang HES dengan nada prihatin.

Politisi kawakan ini mengungkapkan kekhawatirannya terkait lambatnya birokrasi di tingkat pusat.

Berdasarkan informasi yang ia terima, rencana pengerukan Kali Cilamaran saat ini hanya nangkring di tahapan prioritas ke-12.

Menurutnya, posisi tersebut sangat rawan jika tidak dikawal dengan desakan yang kuat dari daerah. Ia khawatir warga akan terus menjadi korban jika hanya menunggu antrean tanpa upaya jemput bola.

“Ini urgen, menyangkut nyawa seribu lebih warga di sini. Kalau kita tidak dorong agar naik menjadi prioritas utama, takutnya pihak berwenang di sana (BBWS) ‘leha-leha’ atau bahkan lupa lagi. Kita butuh aksi nyata, bukan sekadar urutan administratif,” tegasnya.

Di tempat yang sama, perwakilan warga Perumahan Buana Asri, Aep Jabar, menyampaikan rasa kecewanya terhadap janji-janji manis pihak pengelola air (PJT/BBWS) yang hingga kini belum terealisasi.

Aep mengingatkan bahwa janji perbaikan tersebut sempat terlontar saat pihak pengelola datang meninjau lokasi bersama Ketua DPRD pada waktu sebelumnya.

“Dulu pihak terkait pernah datang ke sini bareng Pak Dewan. Mereka menjanjikan akan memperbaiki pintu-pintu air di lingkungan kami, tapi nyatanya sampai sekarang belum ada realisasinya sama sekali. Kami sebagai warga tidak mau hanya diberi janji, kami butuh bukti pembangunan pintu air itu,” ungkap Aep.

Warga berharap dengan kehadiran langsung Ketua DPRD yang baru saja sembuh ini, bisa menjadi lecutan bagi pemerintah pusat dan daerah agar tidak saling lempar tanggung jawab (ego sektoral), terutama untuk melindungi ribuan jiwa di Palumbonsari dari ancaman banjir di masa depan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *