KARAWANG, Editorial.co.id– Masalah banjir yang menghantui warga di Kelurahan Palumbonsari dan Desa Tegal Sawah menjadi perhatian serius Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin (Kang HES).
Meski baru saja pulih dari sakit, Kang HES langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lima perumahan terdampak banjir, Minggu (25/1/2026).
Lima wilayah yang dikunjungi meliputi Perumahan Buana Asri, Green Side, Palumbon Tesa, Taman Palumbonsari Asri, dan Green Permata.
Peninjauan ini difokuskan pada bantaran sungai tersier Kali Cilamaran yang menjadi pemicu utama luapan air.
Di Perumahan Palumbon Tesa, Ketua RW setempat, Asep, mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi baru-baru ini merupakan “siaran ulang” dari tragedi banjir tahun 2019 dan 2023.
Menurutnya, penyebabnya tetap sama yakni pendangkalan sungai yang tidak pernah tuntas ditangani.
“Tahun 2019 sempat ada pengerukan, tapi setelah itu berhenti. Akibatnya tahun 2023 banjir, dan kemarin terulang lagi. Kuncinya ada di luapan Kali Cilamaran. Kami butuh normalisasi segera,” keluh Asep kepada Ketua DPRD.
Senada dengan Asep, Anas Rinoto, Ketua RW 24 Perumahan Taman Palumbonsari Asri, mendesak adanya kontribusi nyata dari pemerintah berupa infrastruktur penahan air.
“Kami meminta bantuan pompa air dan pembangunan bronjong atau turap penahan air. Normalisasi harus dipercepat karena sedimen sudah sangat dangkal. Tolong jangan ditunda lagi,” tegas Anas.
Menanggapi keluhan warga, Kang HES menyayangkan minimnya aktivitas pemeliharaan di Kali Cilamaran selama dua tahun terakhir.
Ia menegaskan bahwa kewenangan pengerukan sungai tersebut berada di bawah BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) dan PJT.
“Saya melihat langsung, sudah 2 tahun tidak ada aktivitas pengerukan. Padahal biasanya kami (DPRD) bersama Pemerintah Daerah rutin melakukan pengerukan tiap tahun. Saat ini, daerah sedang ‘mengetat sabuk’ anggaran, maka saya minta tanggung jawab pusat,” ujar Kang HES.
Berdasarkan tinjauan di sepanjang bantaran Kali Cilamaran, Kang HES menemukan tumpukan sedimen yang sangat tinggi. Ia menganggap hal ini sebagai kelalaian yang tidak boleh dibiarkan.
“Ini menjadi PR besar bagi Bapak-Bapak di BBWS dan PJT. Saya minta segera rencanakan dan laksanakan normalisasi! Jangan biarkan warga Karawang was-was setiap kali hujan turun karena sedimen yang dibiarkan menumpuk,” tegas politisi senior ini.
Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen Kang HES untuk membawa aspirasi warga ini ke meja koordinasi tingkat provinsi maupun pusat agar persoalan banjir di Palumbonsari dan Tegal Sawah segera menemui solusi permanen.***












