Karawang, Editorial.co.id – Semangat “Meng-Indonesiakan Indonesia” tak hanya digaungkan oleh organisasi kepemudaan.
Asep Sugiri, seorang warga sipil, memiliki pandangan mendalam tentang bagaimana generasi muda dapat mengisi kemerdekaan dengan cara yang autentik dan berkelanjutan.
Menurutnya, ini adalah gerakan kembali ke akar budaya dan merawat warisan untuk masa depan.
“Meng-Indonesiakan Indonesia itu dimulai dari rumah. Ajari anak-anak kita bahasa daerah dan budi pekerti sejak dini,” ujar Asep melalui pesan tertulisnya pada Sabtu (9/8/2025)
“Biarkan mereka menemukan bahasa Indonesia di sekolah. Dengan begitu, mereka akan tumbuh dengan identitas budaya yang kuat, namun tetap bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.” tambahnya.
Lebih lanjut, Asep menekankan pentingnya pelestarian alam sebagai warisan berharga.
“Rawat hutan dan air. Itu adalah sumber daya yang harus kita wariskan untuk anak cucu kita,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya wawasan kebangsaan yang inklusif.
“Berikan mereka pemahaman tentang Wawasan Nusantara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Tanamkan bahwa keberagaman adalah kekuatan kita, bukan pemisah,” tambahnya.
Bagi Asep, “Meng-Indonesiakan Indonesia” adalah tanggung jawab kolektif.
“Ini adalah tindakan nyata untuk memastikan Indonesia tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kaya akan budaya, luhur budi pekertinya, dan lestari alamnya,” pungkasnya.












