Karawang, Editorial.co.id- Dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN II Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Karawang kembali menjadi sorotan.
Meskipun sebelumnya telah dilakukan pertemuan yang menyatakan tidak ada pemotongan, kini muncul pengakuan dari orang tua siswa penerima dana PIP.
Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengirimkan pesan melalui media sosial Instagram, mengklaim bahwa meskipun dana PIP tidak dipotong secara langsung, mereka diminta untuk menyisipkan sejumlah uang di dalam buku tabungan saat dikumpulkan oleh pihak sekolah.
“Si duit minta diselipkan di buku tabungannya… Saya sendiri gak tau tujuan buku tabungan dikumpulin buat apa…?” tulisnya, mengungkapkan kebingungan terkait pengumpulan buku tabungan yang tidak dipegang langsung oleh penerima dana PIP.
Hingga saat ini, belum ada jawaban dari wali murid tersebut terkait dugaan keterlibatan oknum aparat desa atau pihak sekolah dalam permintaan uang tersebut.
Untuk mendapatkan klarifikasi, media Editorial.co.id mencoba menghubungi Guruh, aspirator PIP di SDN Pasirjengkol II, melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini diturunkan, Guruh belum memberikan respons.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran dana PIP di SDN II Pasirjengkol.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat segera memberikan klarifikasi dan menyelesaikan masalah ini agar dana PIP dapat diterima sepenuhnya oleh siswa yang berhak.










