KARAWANG, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi II Fraksi PKS, H. Budiwanto, S.Si., M.M., meminta pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat untuk segera melakukan percepatan perbaikan saluran irigasi yang rusak menyusul terjadinya kekeringan yang berdampak pada puluhan desa di Kabupaten Karawang.
Menurut informasi yang beredar, sebanyak 59 desa di 13 kecamatan mengalami kekeringan lahan pertanian akibat terganggunya distribusi air yang dipicu kerusakan sejumlah saluran irigasi sekunder.
Budiwanto menegaskan bahwa Karawang sebagai salah satu lumbung padi nasional tidak boleh dibiarkan menghadapi persoalan irigasi berlarut-larut karena akan berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.
“Kekeringan yang terjadi saat ini harus menjadi alarm bagi semua pihak bahwa infrastruktur irigasi merupakan urat nadi pertanian. Jika saluran irigasi rusak dan distribusi air terganggu, maka produksi pangan kita juga akan terancam,” ujar Budiwanto.
Ia menjelaskan bahwa persoalan irigasi tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air bagi tanaman padi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan usaha tani dan kesejahteraan petani.
“Kita harus memastikan petani mendapatkan pasokan air yang cukup, terutama menjelang musim kemarau. Jangan sampai petani mengalami gagal tanam atau penurunan hasil panen hanya karena persoalan infrastruktur yang sebenarnya bisa diantisipasi dan diperbaiki sejak dini,” katanya.
Budiwanto mendorong agar pemerintah segera melakukan pemetaan titik-titik kerusakan, normalisasi saluran yang mengalami sedimentasi, serta mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi yang menjadi kewenangan daerah maupun pusat.
Selain itu, ia juga menilai perlu adanya penguatan ekosistem agribisnis melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, kelompok tani, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan agar sektor pertanian semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan.
“Ke depan kita harus membangun sistem pertanian yang lebih kuat. Tidak hanya memperbaiki irigasi, tetapi juga memperkuat kelembagaan petani, pembiayaan pertanian, teknologi budidaya, hingga sistem peringatan dini terhadap potensi kekeringan,” ujarnya.
Budiwanto berharap langkah-langkah penanganan yang dilakukan dapat segera mengembalikan pasokan air ke lahan pertanian sehingga produktivitas pertanian Karawang tetap terjaga dan kontribusinya terhadap ketahanan pangan Jawa Barat maupun nasional tidak terganggu.
“Karawang memiliki peran strategis sebagai sentra produksi pangan. Karena itu seluruh pihak harus bergerak cepat agar persoalan kekeringan ini tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih besar bagi petani dan ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.










