KARAWANG – Insiden menegangkan menimpa satu keluarga saat berkunjung ke salah satu pusat perbelanjaan.
Ilyas, bersama istri dan anaknya, sempat terjebak di dalam lift selama kurang lebih 30 menit tanpa bantuan respons cepat dari sistem keamanan internal gedung.
Ditemui usai pertemuan dengan pihak manajemen, Ilyas menceritakan kronologi kejadian yang bermula saat dirinya hendak menuju lantai area bioskop (CGV).
Sesaat setelah lift bergerak, ketegangan dimulai ketika lift tiba-tiba berhenti total.
“Selama 20 menit pertama, saya mencoba menggunakan alarm dan speaker di dalam lift, tapi tidak ada respons sama sekali. Saya juga berusaha memberi tanda ke arah CCTV, namun seolah tidak ada gunanya,” ujar Ilyas dengan nada kecewa.
Ia menambahkan bahwa usaha untuk meminta pertolongan dari dalam lift sangat sulit karena terkendala sinyal telepon.
Sementara itu, suara teriakan minta tolong dari dalam tidak terdengar oleh orang di luar lantaran posisi lift yang berdekatan dengan area permainan anak yang bising.
Dampak dari insiden ini bukan sekadar teknis. Ilyas mengungkapkan bahwa anak dan istrinya mengalami trauma psikologis yang cukup mendalam.
“Anak saya sekarang trauma, sampai saat ini tidak mau lagi naik lift. Istri juga masih merasa syok dengan kejadian kemarin,” imbuhnya.
Beruntung, Ilyas berhasil menghubungi rekannya yang bernama Bagas melalui pesan singkat saat mendapat sedikit akses jaringan.
Rekannya itulah yang kemudian membantu mengoordinasikan bantuan dari luar hingga pintu lift berhasil dibuka.
Merespons insiden tersebut, pihak manajemen pusat perbelanjaan yang diwakili oleh Bapak Edwin telah mendatangi keluarga korban untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
“Tadi pihak manajemen sudah datang untuk meminta maaf atas kejadian yang dialami saya dan keluarga. Mereka juga memberikan voucher sebagai bentuk kepedulian,” kata Ilyas.
Meski telah menerima permintaan maaf, Ilyas memberikan catatan kritis bagi manajemen pengelola gedung.
Ia menegaskan agar sistem keamanan seperti alarm dan CCTV benar-benar dipastikan fungsinya, bukan hanya sebagai formalitas.
“Masukan saya untuk manajemen, alarm dan CCTV di dalam lift itu benar-benar harus aktif dan terhubung ke petugas, jangan hanya jadi pajangan. Ini demi keselamatan banyak pengunjung yang menggunakan fasilitas mall,” tegasnya.
Ilyas berharap kejadian serupa tidak terulang kembali kepada pengunjung lain, mengingat pusat perbelanjaan merupakan ruang publik yang harus menjamin keamanan serta kenyamanan bagi setiap keluarga yang berkunjung.***












