BeritaNewsPertanian

Budiwanto Soroti Infrastruktur Pertanian di Pulosari, Petani Terbebani Ongkos Angkut

×

Budiwanto Soroti Infrastruktur Pertanian di Pulosari, Petani Terbebani Ongkos Angkut

Sebarkan artikel ini
Foto : anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Budiwanto, S.Si, MM (doc-istimewa).

KARAWANG-Petani di Desa Pulosari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, mengeluhkan tingginya biaya angkut hasil panen akibat belum memadainya infrastruktur jalan usaha tani di wilayah persawahan.

Kondisi ini menjadi perhatian anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Budiwanto, S.Si, MM saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

Menurut H. Budiwanto, masyarakat khususnya para petani sangat membutuhkan dan berharap pembangunan dan pengerasan jalan usaha tani di beberapa poros persawahan di desa tersebut. Saat ini, hasil panen masih harus diangkut menggunakan jasa ojek karena akses kendaraan terbatas.

“Biaya angkut menggunakan ojek bisa mencapai sekitar Rp50.000 per karung. Sementara hasil panen petani tidak selalu memadai dan sering kali tidak sebanding dengan biaya operasional yang mereka keluarkan,” ujar H. Budiwanto saat berdialog dengan petani di Desa Pulosari kemarin.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut semakin berat dirasakan petani ketika curah hujan tinggi. Selain berdampak pada penurunan hasil panen, akses jalan yang berlumpur membuat proses pengangkutan hasil pertanian semakin sulit.

“Curah hujan yang tinggi membuat produksi menurun, sementara kondisi jalan yang belum memadai semakin menyulitkan petani. Akibatnya biaya semakin besar, tetapi pendapatan justru menurun,” jelasnya.

Legislator dari Dapil X Jabar (Karawang-Purwakarta) ini, menambahkan, sebagian jalan di area persawahan sebenarnya sudah sering dilalui kendaraan, namun belum memiliki konstruksi yang memadai sehingga mudah rusak dan sulit dilalui saat musim hujan.

Karena itu, ia mendorong adanya pembangunan dan pengerasan jalan usaha tani agar akses transportasi hasil panen lebih mudah dan biaya logistik petani dapat ditekan.

“Dengan adanya jalan usaha tani yang baik, petani bisa lebih mudah membawa hasil panennya, biaya angkut bisa ditekan, dan pada akhirnya kesejahteraan petani juga meningkat,” katanya.

H. Budiwanto berharap pemerintah daerah terutama Kabupaten Karawang dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur pertanian di wilayah tersebut, mengingat sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama ketahanan pangan di Kabupaten Karawang.

“Jalan usaha tani bukan sekadar jalan, tetapi urat nadi ekonomi petani. Jika aksesnya baik, maka produktivitas dan kesejahteraan petani juga akan meningkat,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *