Karawang, Editorial.co.id-Upaya memperkuat sektor pertanian, DPRD Provinsi Jawa Barat berikan perhatian serius.
Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Budiwanto, S.Si, MM, menegaskan bahwa dukungan sarana produksi dan kesejahteraan petani harus berjalan beriringan dengan penerapan pertanian berkelanjutan.
Menurut Budiwanto, peningkatan alokasi pupuk subsidi hingga 9,5 juta ton disertai dengan penurunan harga sekitar 20 persen merupakan langkah strategis untuk menekan biaya produksi petani.
Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahan dan menjaga produktivitas pangan nasional.
“Petani tidak boleh terus dibebani biaya produksi yang tinggi. Dengan pupuk subsidi yang cukup dan harga lebih terjangkau, petani bisa lebih fokus meningkatkan hasil panen,” ujar Budiwanto.
Selain itu, pemerintah juga menjaga harga gabah di tingkat petani tetap stabil di kisaran Rp6.500 per kilogram.
Menurut Budiwanto, kepastian harga sangat penting sebagai bentuk perlindungan terhadap petani agar mereka tidak merugi saat panen raya.
“Stabilitas harga gabah adalah kunci motivasi produksi. Ketika petani merasa dihargai, mereka akan lebih percaya diri untuk menanam dan meningkatkan kualitas hasil panen,” tambahnya.
Lebih jauh, Budiwanto menekankan pentingnya pertanian berkelanjutan dan adaptif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Ia mendorong penerapan praktik pertanian ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya air yang efisien, serta pemanfaatan inovasi teknologi pertanian.
“Perubahan iklim adalah realitas yang harus dihadapi. Solusinya bukan mundur, tetapi beradaptasi melalui teknologi, manajemen air yang baik, dan pola tanam yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Ia juga mengajak petani untuk mulai terbuka terhadap inovasi, mulai dari penggunaan pupuk organik, sistem irigasi hemat air, hingga pemanfaatan teknologi pertanian berbasis data.
Dengan demikian, pertanian tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan untuk generasi mendatang.
“Pertanian harus menjadi sektor yang menjanjikan, menyejahterakan petani, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Inilah arah pembangunan pertanian yang kita dorong di Jawa Barat,” pungkas Budiwanto.***












