KARAWANG, Editorial.co.id – Pemerintah Kecamatan Cikampek terus memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui kegiatan Rapat Mingguan Kecamatan (Minggon) Keliling.
Kali ini, Desa Cikampek Kota menjadi tuan rumah dalam agenda yang mempertemukan unsur pimpinan kecamatan (Muspika) dengan tokoh masyarakat setempat, Selasa (27/1/2026).
Camat Cikampek, Adi Firmansyah, S.H., M.M., memimpin langsung jalannya rapat yang dihadiri oleh Kapolsek, Danramil, Kepala UPTD Kesehatan, Pertanian, Pasar, KUA, hingga Satgas BPBD dan relawan Katana Rescue.
Dalam arahannya, Camat Adi Firmansyah menekankan tiga poin krusial yang menjadi fokus pelayanan di awal tahun 2026 ini.
Adi menegaskan bahwa sosialisasi program pemerintah harus sampai ke akar rumput. Ia meminta seluruh jajaran perangkat desa, mulai dari RT hingga RW, untuk meningkatkan standar pelayanan publik.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih transparan. Perangkat desa adalah ujung tombak informasi program pemerintah,” ujar Adi.
Memasuki musim penghujan, kewaspadaan terhadap bencana banjir menjadi prioritas utama. Camat Cikampek memberikan peringatan keras terkait perilaku membuang sampah sembarangan, terutama di aliran sungai vital.
Ia menyebutkan bahwa aliran Sungai Cikarang Gelam dan Ciparage kerap terhambat oleh tumpukan sampah, yang memicu terjadinya genangan air.
“Kami imbau dengan sangat, jangan membuang sampah ke sungai, khususnya Ciparage dan Cikarang Gelam. Pencegahan banjir tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, butuh kesadaran masyarakat untuk menjaga aliran air tetap lancar,” tegasnya.
Sebagai bentuk pendekatan religius dan sosial, Kecamatan Cikampek menginisiasi program Suling atau Subuh Keliling. Program yang dilaksanakan setiap hari Sabtu ini bukan sekadar ibadah bersama, melainkan paket lengkap pelayanan masyarakat.
Di dalam program Suling, terdapat rangkaian kegiatan yang meliputi yaitu Shalat Subuh berjamaah dan tausiah keagamaan, cek kesehatan gratis dari Puskesmas dan olahraga bersama serta Gerakan kebersihan massal dan penanaman pohon.
“Program Suling ini adalah cara kami menjaga keseimbangan jasmani dan rohani. Selain sehat dan bugar, kami juga melakukan penanaman pohon sebagai legacy (warisan) untuk masa depan lingkungan yang lebih hijau,” tutup Adi.***












