KARAWANG, Editorial.co.id – Gelombang perlindungan kesehatan tengah bergulir di sekolah-sekolah dasar di Karawang Timur. UPTD Puskesmas Plawad sukses menggelar puncak kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) periode November, memberikan perisai vital bagi masa depan ribuan siswa.
Program BIAS ini bukan sekadar rutinitas, melainkan serangan balik aktif terhadap penyakit mematikan. Fokus utama kegiatan kali ini adalah pemberian imunisasi lanjutan Difteri Tetanus (DT) dan Tetanus difteri (Td).
Imunisasi ini melengkapi perlindungan yang sudah diberikan pada periode Agustus, yang mencakup Campak, Rubella, dan vaksin Kanker Serviks (HPV) bagi siswi.
Di tengah keriuhan siswa yang antusias, Irenne Suwandi, S.ST., Bdn, Bidan Puskesmas Plawad, menegaskan bahwa vaksinasi adalah hak dasar setiap anak, dan BIAS adalah wujud komitmen Puskesmas untuk memutus rantai penularan.
“Kami hadir di sekolah-sekolah untuk memastikan tidak ada satu pun anak yang luput dari perlindungan. Vaksin DT dan Td yang kami berikan ini adalah benteng pertahanan terakhir terhadap risiko penyakit serius yang berpotensi menyebabkan cacat atau kematian,” kat Irenne saat dihubungi pada Selasa (11/11/2025).
Irenne menekankan bahwa konsistensi program, yang dilaksanakan dua kali setahun (Agustus dan November), sangat penting untuk mempertahankan tingkat kekebalan komunitas (herd immunity).
Program BIAS yang dijalankan Puskesmas Plawad memiliki nilai tambah. Selain penyuntikan, tim kesehatan juga melakukan skrining dasar, termasuk pemeriksaan mata dan gigi.
Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi masalah kesehatan lain yang mungkin luput dari pengamatan orang tua.
“Kami tidak hanya melindungi mereka dari virus dan bakteri, tetapi juga memastikan indra penglihatan dan kesehatan giginya optimal. Anak yang sehat adalah aset terbesar bangsa,” tutup Bidan Irenne.
Puskesmas Plawad kini melanjutkan mobilisasi timnya untuk menuntaskan cakupan BIAS di seluruh wilayah Kelurahan Plawad dan sekitarnya, memastikan generasi penerus Karawang Timur tumbuh sehat dan berdaya saing.










