Gaya HidupPendidikan

Rizqi Berharap Pemerintah Kabupaten Karawang Dapat Menggandeng Seni Doodle Art

×

Rizqi Berharap Pemerintah Kabupaten Karawang Dapat Menggandeng Seni Doodle Art

Sebarkan artikel ini
Foto : Muhammad Rizqi Ramdani (28) saat berkolaborasi dengan salah satu event besar di Karawang. (Doc-Istimewa).
Foto : Muhammad Rizqi Ramdani (28) saat berkolaborasi dengan salah satu event besar di Karawang. (Doc-Istimewa).

KARAWANG-Memulai karir dengan seni gambar, Muhammad Rizqi Ramdani (28) Founder doodle art Karawang yang terus eksis dari tahun 2016 hingga sekarang.

Rizqi yang memiliki nama panggung Rims (Rimsisme) menceritakan, perjalanannya di dunia seni lukis telah dilalui sejak ia masih kecil.

Namun perkenalannya dengan doodle baru dimulai pada tahun 2016, mulanya hanya dari media sosial.

Menginjak tahun 2017, ia berelasi dengan seniman doodle lainnya, lalu berkenalan dengan salah satu founder Doodle Art Indonesia.

Dari situ, mulailah Rims membuat grup doodle art sendiri di wilayah regional Kabupaten Karawang.

“Komunitas Doodle Art di Karawang ini kami satu-satunya, kebetulan saya sendiri yang menjadi founder regional Karawang,” ujarnya saat diwawancarai, dikutip TVBerita, pada Senin (8/7/2024).

Melalui Komunitas Doodle Art Karawang, Rims mulai melebarkan sayap. Dari 2016 hingga saat ini, terhitung Doodle Art Karawang sudah berkolaborasi dengan berbagai brand ternama.

Salah satunya Teguk Indonesia yang kini sudah menjadi brand internasional.

Foto : saat berkolaborasi dengan Teguk Indonesia. (Doc-Istimewa).

“Sama Teguk kerjasama pas covid, pihak Teguknya yang mengajak ke saya. Doodle-nya diaplikasikan ke cup (minuman) dan baju milik brand tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, Komunitas Doodle Art Karawang juga berkolaborasi dengan event organizer (EO), mural, hotel dan mall di wilayah Kabupaten Karawang.

“Enaknya doodle itu semua kalangan masuk dari mulai anak-anak sampai dewasa, anggota aktif kami juga 20 orang ada anak-anak dan remaja,” katanya.

Berharap diperhatikan Pemerintah

Foto : Saat Rizqi mengajak gambar anak anak yayasan panti asuhan (doc-iatimewa).

Jika melihat track record, Doodle Art Karawang telah melanglang buana dan melakukan kegiatan masiv.

Giat yang diadakan pun selalu menarik, dari mulai pengadaan event lomba, menggambar mural bersama ke yayasan yatim piatu, menggambar di tengah hutan kertas, dan paling ikonik adalah kegiatan gambreng (gambar bareng) saat car free day.

“Di acara car free day kita mamerkan karya ke orang yang sedang olahraga. Tapi kita juga ngasih space banner kosong buat mereka (yang olahraga) kalau mau ikut gabung,” terangnya.

Rims cukup berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang khususnya bidang ekonomi kreatif (Ekraf) bisa memberikan perhatian kepada seniman doodle yang tergabung dalam komunitasnya.

“Harapannya pengen lebih diperhatikan lagi sama pemerintah seniman doodle Karawang,” pungkasnya.(L/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *