KARAWANG, Editorial.co.id –Kepala SMAIT Harapan Umat (HARUM), Dadang Novanda Zatnika, S.Pd., Gr., yang akrab disapa Ovan, mengapresiasi materi dan pembinaan yang diberikan jajaran TNI, khususnya Kodim 0604/Karawang, dalam kegiatan Perkemahan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Semester II Tahun Anggaran 2026.
Menurut Ovan, pembinaan yang diberikan personel TNI memiliki nilai pendidikan yang kuat, terutama dalam menanamkan kedisiplinan, ketegasan, tanggung jawab, kekompakan, serta semangat pengabdian kepada para siswa.
Ia menilai, melalui kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik dan pembinaan di lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi materi dan pembinaan yang diberikan jajaran TNI. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga belajar langsung dari pengalaman dan praktik yang diberikan para personel TNI,” ujar Ovan saat dihubungi.
Ia berharap, nilai-nilai yang disampaikan selama kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan perkemahan saja, melainkan dapat dipahami dan diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Ovan juga menilai, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan TNI menjadi langkah positif dalam memperkuat pendidikan karakter generasi muda.
Menurutnya, kedisiplinan dan rasa cinta tanah air merupakan dua hal penting yang harus ditanamkan sejak dini. Terlebih, generasi muda saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat.
“Melalui KKRI, anak-anak belajar bahwa disiplin bukan sekadar mengikuti aturan karena takut mendapatkan hukuman. Disiplin adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu yang memang menjadi tanggung jawabnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, cinta tanah air juga tidak cukup hanya diwujudkan melalui hafalan Pancasila atau menyanyikan lagu kebangsaan.
Namun, harus tercermin dalam tindakan nyata, seperti menghargai perbedaan, menjaga persatuan, menghormati sesama, belajar dengan sungguh-sungguh, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Lebih lanjut, Ovan berharap keikutsertaan 60 siswa SMAIT HARUM dalam perkemahan KKRI mampu membawa perubahan positif setelah mereka kembali ke lingkungan sekolah.
Mulai dari lebih menghargai waktu, bertanggung jawab terhadap tugas, tertib dalam menjalankan aktivitas, hingga memiliki inisiatif tanpa harus selalu diingatkan oleh guru.
Selain kedisiplinan, ia juga berharap tumbuh jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial di kalangan peserta.
“Seorang pemimpin bukan hanya orang yang bisa memberikan perintah, tetapi juga mampu memberikan teladan, bertanggung jawab, menghargai orang lain, dan siap mengambil peran ketika dibutuhkan,” ungkapnya.
Ovan berharap, 60 siswa tersebut dapat menjadi penggerak budaya positif di lingkungan sekolah, sekaligus memberikan teladan bagi teman-temannya dalam hal kedisiplinan dan kepedulian terhadap sesama.
“Pada akhirnya, kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memikirkan masa depan dirinya sendiri, tetapi juga memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk agama, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya.












