KARAWANG, Editorial.co.id – Suasana kebersamaan mewarnai kegiatan hajat bumi yang digelar masyarakat Krajan, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.
Warga RW 01 dan RW 02 tampak antusias mengikuti tradisi yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat tersebut
Mereka berkumpul bersama di sepanjang jalan lingkungan, duduk beralaskan tikar sambil mengikuti rangkaian kegiatan.
Hajat bumi bukan sekadar kegiatan seremonial. Tradisi ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Ketua RW 01, Asep Lacip, mengatakan bahwa hajat bumi memiliki makna penting bagi masyarakat.
Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga.
“Melalui hajat bumi ini, kami ingin terus menjaga tradisi peninggalan leluhur. Ini juga menjadi kesempatan bagi warga untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan memperkuat kebersamaan,” ujar Asep Lacip.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga serta para donatur yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Senada, Ketua RW 02, Udin, menyampaikan bahwa tradisi hajat bumi harus terus dipertahankan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa terlaksana berkat dukungan dan kekompakan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga, donatur, dan semua pihak yang telah membantu, baik tenaga maupun materi,” ungkap Udin.
Dari hasil pengumpulan dana masyarakat di RW 01 dan RW 02, tercatat dana terkumpul sebesar Rp4.783.000.
Dana tersebut menjadi bentuk nyata partisipasi dan kepedulian warga dalam mendukung terselenggaranya tradisi hajat bumi.
Keduanya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya menjaga budaya leluhur sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
Di tengah perkembangan zaman, hajat bumi menjadi pengingat bahwa budaya leluhur, rasa syukur, dan kebersamaan merupakan nilai penting yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.












