BeritaNews

Djodi Setiawan: Desa Duren Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Berpengalaman

×

Djodi Setiawan: Desa Duren Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Berpengalaman

Sebarkan artikel ini
Foto : Saat Djodi Setiawan Foto bersama Wapres Gibran. (Doc-Istimewa).

KARAWANG — Tokoh Pemuda Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Djodi Setiawan, menilai Desa Duren membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki visi jelas, inovatif, dan berintegritas. Menurutnya, pengalaman menjabat bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan kapasitas seorang calon kepala desa.

Hal itu disampaikan Djodi di tengah dinamika tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Duren yang diikuti lima calon. Ia berpandangan, pemimpin desa harus mampu menerjemahkan kebutuhan masyarakat menjadi program pembangunan yang nyata.

“Desa Duren membutuhkan pemimpin yang visioner, bukan sekadar berpengalaman. Pengalaman memang penting, tetapi harus diimbangi dengan kecerdasan, inovasi, integritas, dan ketulusan dalam mengabdi kepada masyarakat,” ujar Djodi.

Menurutnya, tantangan pemerintahan desa saat ini semakin kompleks. Kepala desa tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi, tetapi juga dituntut mampu membaca potensi wilayah, memahami persoalan warga, dan menghadirkan solusi yang tepat sasaran.

“Pemimpin harus memiliki gagasan yang jelas dan keberanian untuk melakukan perubahan. Jangan hanya menjalankan apa yang sudah ada, tetapi harus mampu mengevaluasi kekurangan dan menciptakan terobosan demi kemajuan desa,” katanya.

Pengalaman Bukan Satu-satunya Ukuran

Djodi menegaskan, pengalaman merupakan modal penting dalam kepemimpinan. Namun, kapasitas seorang calon pemimpin juga perlu dilihat dari kemampuan manajerial, integritas moral, kecakapan mengambil keputusan, serta kesanggupan mengelola sumber daya desa secara bertanggung jawab.

“Yang perlu dilihat bukan hanya berapa lama seseorang pernah menjabat, tetapi juga apa gagasannya, bagaimana cara menyelesaikan persoalan, dan sejauh mana komitmennya untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung dinamika hasil seleksi Computer Assisted Test (CAT) dalam tahapan Pilkades Desa Duren. Menurutnya, setiap pertanyaan mengenai hasil seleksi maupun dasar penetapan kelulusan perlu dijelaskan melalui mekanisme resmi yang objektif dan transparan.

“Kalau ada pertanyaan mengenai hasil seleksi, tentu harus dijawab berdasarkan ketentuan dan dokumen resmi. Prosesnya perlu bisa dipertanggungjawabkan agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang jelas,” tuturnya.

Dorong Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Lebih lanjut, Djodi menyebut Desa Duren membutuhkan kepemimpinan yang mampu mendorong kemajuan di berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, pemberdayaan pemuda, penguatan UMKM, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan potensi ekonomi lokal.

Menurutnya, berbagai program tersebut perlu disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan kemampuan anggaran desa, bukan sebatas janji selama proses pemilihan.

“Pembangunan desa harus punya arah yang jelas dan hasil yang bisa dirasakan masyarakat. Potensi lokal harus dikembangkan, UMKM diperkuat, dan anak-anak muda diberi ruang untuk berkontribusi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik dan keterbukaan informasi juga dapat menjadi bagian dari upaya pembaruan pemerintahan desa.

Namun, Djodi mengingatkan bahwa inovasi tidak akan memberikan dampak apabila hanya berhenti pada gagasan. Pelaksanaannya harus disertai perencanaan matang, pengawasan, dan evaluasi secara berkala.

Integritas dan Pengabdian Jadi Fondasi

Selain visi dan inovasi, Djodi menilai integritas serta ketulusan pengabdian menjadi unsur penting dalam kepemimpinan desa. Kepala desa, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik.

“Jabatan kepala desa adalah amanah, bukan sekadar kedudukan. Pemimpin harus mau mendengar aspirasi warga, terbuka terhadap kritik, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau kelompok,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara pemerintah desa dan masyarakat. Menurutnya, keterbukaan serta kesediaan menerima kritik dapat membantu menciptakan pemerintahan yang lebih responsif dan bertanggung jawab.

Pilkades Harus Berorientasi pada Kemajuan Desa

Djodi berharap seluruh tahapan Pilkades Desa Duren berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan mengedepankan objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.

Ia mengajak masyarakat untuk melihat Pilkades sebagai momentum menentukan arah pembangunan desa ke depan, bukan semata-mata persaingan antarcalon.

“Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat. Perbedaan pilihan jangan sampai memecah persaudaraan warga Desa Duren,” katanya.

Menurut Djodi, kemajuan desa membutuhkan kerja sama antara pemerintah desa, pemuda, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh warga.

“Desa Duren membutuhkan pemimpin yang mampu mengubah gagasan menjadi kerja nyata. Bukan hanya menyampaikan janji, tetapi juga membuktikan komitmen melalui kebijakan dan program yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *