Berita

Swadaya Rp31 Juta, Warga Plawad Bangun Jembatan Anugrah, Masih Tunggak Rp7,5 Juta

×

Swadaya Rp31 Juta, Warga Plawad Bangun Jembatan Anugrah, Masih Tunggak Rp7,5 Juta

Sebarkan artikel ini
Peresmian Jembatan Anugrah di Kampung Karang Tengah, Kelurahan Plawad, Karawang Timur, Selasa (13/10/2026). Jembatan ini dibangun melalui swadaya warga dan petani untuk mempermudah akses masyarakat. (Istimewa)

KARAWANG, Editorial.co.id – Perjuangan warga dan para petani akhirnya berbuah hasil. Jembatan Anugrah di Kampung Karang Tengah, RT 12/RW 03, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, resmi diresmikan pada Selasa (13/10/2026).

Jembatan ini dibangun melalui swadaya masyarakat dengan melibatkan pengurus RT/RW, aparatur kelurahan, tokoh masyarakat, dan para petani. Semangat kebersamaan menjadi kunci terwujudnya akses yang selama ini dibutuhkan warga.

Tokoh masyarakat, Ustaz Karda, mengungkapkan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, apa yang kini berdiri bukan sekadar jembatan, melainkan hasil perjuangan dan kepedulian masyarakat.

“Alhamdulillah, keinginan masyarakat akhirnya bisa terwujud. Berkat bantuan dan kebersamaan warga serta para petani, jembatan ini bisa dibangun. Mereka berusaha mengumpulkan dana, bahkan dari siang hingga malam,” ujarnya.

Sebelum dibangun, akses penyeberangan di lokasi tersebut masih menggunakan susunan bambu dan papan. Kondisinya dinilai kurang aman, bahkan pernah menyebabkan pengguna terjatuh.

Kini, jembatan yang lebih layak diharapkan dapat mempermudah aktivitas warga, khususnya anak-anak yang berangkat sekolah dan para petani yang mengangkut hasil panen.

Warga dari Babakan Manti dan lingkungan RW 03 juga dapat memanfaatkan akses tersebut untuk menunjang kegiatan sehari-hari.

Di balik pembangunan itu, masih ada tanggungan yang harus diselesaikan. Berdasarkan keterangan warga, biaya pembangunan mencapai Rp31 juta, dengan sisa tunggakan sebesar Rp7,5 juta.

Ustaz Karda berharap semangat gotong royong yang telah mengantarkan pembangunan jembatan ini dapat terus terjaga.

“Semoga jembatan ini bermanfaat bagi semua masyarakat. Mari kita jaga bersama agar tetap kokoh dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW 03 Kelurahan Plawad, Dado Sopiyana, turut bersyukur karena jembatan yang telah lama dibutuhkan warga kini dapat digunakan.

“Alhamdulillah, jembatan ini akhirnya selesai. Kami berharap keberadaannya bisa membantu masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan para petani. Semoga warga bersama-sama menjaga jembatan ini agar tetap kokoh dan manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang lama,” ujar Dado.

Bagi warga, rampungnya Jembatan Anugrah menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mewujudkan harapan.

Melalui kepedulian, pengorbanan, dan gotong royong, kebutuhan bersama perlahan dapat diwujudkan tanpa harus menunggu semuanya sempurna.

Jembatan itu kini bukan hanya menghubungkan satu sisi dengan sisi lainnya, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kebersamaan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata bagi lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *