KARAWANG – Sebuah kisah inspiratif datang dari Kabupaten Karawang, di mana seorang anak muda bernama Aulia berhasil memperjuangkan hak pendidikannya yang sempat terhambat.
Berkat proses dialog yang mengedepankan etika tabayun serta pendampingan langsung dari inisiatif Lapor Kang Cucu, ijazah Aulia yang sempat tertahan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Atoriyah akhirnya berhasil diserahkan kembali.
Aulia, yang memiliki tantangan psikologis, sempat menghadapi hambatan struktural dalam upaya melanjutkan jenjang pendidikan ke program Kesetaraan Paket C. Dokumen ijazah kelulusan tahun 2022 miliknya sempat tertahan, yang memicu kekhawatiran akan terputusnya masa depan akademiknya.
Menanggapi hal tersebut, pihak pengurus Madrasah Atoriyah menunjukkan sikap yang sangat bijaksana. Melalui proses tabayun dan komunikasi yang persuasif, kesalahpahaman birokrasi berhasil diurai dengan pendekatan kemanusiaan. Penyerahan kembali ijazah tersebut menjadi simbol kemenangan nurani dan komitmen pihak sekolah terhadap masa depan siswanya.

Dukungan PSI Karawang
Aksi pengawalan melalui Lapor Kang Cucu ini merupakan bagian dari program PSI Karawang. Ketua DPD PSI Karawang, M. Ilham Kamil, menegaskan dukungan nyata terhadap kelanjutan program ini.
“Kami mendukung penuh program Lapor Kang Cucu. Fokus pada pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan atau sempat putus sekolah, adalah prioritas bersama. Langkah ini diharapkan terus menjadi jembatan bagi anak-anak bangsa di Karawang agar bisa kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar M. Ilham Kamil.
Sinergi Kebersamaan
Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari kolaborasi dan gotong royong banyak pihak. Kang Cucu menyampaikan apresiasi serta terima kasih yang mendalam kepada Komunitas Ikatan Sosial (KIS), Ci Ester, Teh Rosita, dan Pak Ali yang turut bahu-membahu memberikan dukungan penuh dalam proses ini.
“Ini adalah bukti bahwa setiap persoalan—bahkan yang paling rumit secara administratif—dapat diselesaikan jika kita mengedepankan komunikasi yang jernih dan empati. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak pengurus Madrasah Atoriyah yang telah menunjukkan kearifannya, serta kepada KIS, Ci Ester, Teh Rosita, dan Pak Ali atas segala dukungan yang diberikan,” ujar Kang Cucu.
Diharapkan, sinergi antara semangat kerakyatan dan kepedulian berbagai komunitas ini menjadi teladan bagi sekolah-sekolah lain di Karawang untuk terus menjadi ruang yang inklusif dan solutif bagi seluruh anak bangsa.
Tentang LAPORKANGCUCU
Gerakan ini merupakan inisiatif advokasi publik yang berfokus pada penyelesaian persoalan sosial, kemanusiaan, dan pendidikan di masyarakat melalui jalur dialog, tabayun serta keberpihakan pada hak-hak warga.










