Karawang, Editorial.co.id – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 5 Karawang berlangsung lancar sejak dimulai pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni 15, 16, 17, 20, dan 21 Juli 2026, diikuti oleh 381 peserta didik baru.
Ketua MPLS SMAN 5 Karawang, Maman Rohmana, mengatakan bahwa hari pertama pembukaan dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat.
Setelah pembukaan, para peserta mengikuti berbagai materi yang telah disusun sesuai jadwal.
Pada hari kedua, seluruh peserta mendapatkan materi bela negara yang dibimbing langsung oleh personel TNI dari Kodim 0604 Karawang.
Sementara pada hari ketiga, Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan penyuluhan mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kegiatan MPLS akan berlanjut hingga Senin dan ditutup pada Selasa (21/7/2026).
SMAN 5 Karawang menjadi salah satu sekolah MAUNG (Manusia Unggul) yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurut Maman, hal tersebut membuat pelaksanaan pendidikan di sekolah memiliki karakteristik berbeda dibanding sekolah lainnya, karena penerimaan peserta didik dilakukan melalui jalur prestasi.
Ia menambahkan, respons para pemateri dari unsur TNI maupun kepolisian terhadap peserta MPLS sangat positif. Para siswa dinilai lebih kritis dan aktif selama mengikuti kegiatan.
Dari total 384 siswa yang diterima melalui Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), sebanyak tiga calon siswa mengundurkan diri sehingga peserta MPLS berjumlah 381 orang.
Maman mengaku menyayangkan adanya pengunduran diri tersebut karena setelah proses SPMB selesai, sekolah tidak diperbolehkan mengganti atau menambah peserta didik baru sesuai arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Dalam pelaksanaannya, sekolah juga menerapkan ketentuan MPLS Ramah atau MPLS Pancawaluya sesuai sosialisasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Guru menjadi pengawas utama selama kegiatan berlangsung, sedangkan keterlibatan pengurus OSIS telah diarahkan agar tidak terjadi praktik perundungan, bullying, maupun aktivitas lain yang menyimpang dari ketentuan.
Maman berharap seluruh rangkaian MPLS mampu membentuk karakter peserta didik baru.
Menurutnya, materi yang diberikan, terutama bela negara, kedisiplinan, serta penyuluhan dari berbagai pemateri, diharapkan dapat dipahami dan diterapkan oleh siswa baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.












