Karawang, Editorial.co.id Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait ( Ara) menyoroti isu alih fungsi lahan sawah menjadi perumahan saat mengunjungi Perumahan Shanaya Bintang Residence di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Karawang. Sabtu (22/3/2025).
Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan perumahan dan ketahanan pangan.
“Jangan sampai kita menyelesaikan masalah perumahan, tetapi masalah ketahanan pangan jadi berkurang,” ujar Menteri Maruarar.
Ia menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin Indonesia mencapai swasembada pangan, dan salah satu caranya adalah dengan tidak menggunakan lahan sawah untuk pembangunan perumahan.
Dalam kunjungannya ke perumahan yang dikembangkan oleh PT. Bintang Anugerah Propertindo ini, Ara juga mengapresiasi dua wirausaha UMKM yang berhasil memiliki rumah komersial.
Pak Midi, seorang penjual batagor keliling berhasil membeli rumah seharga Rp 450 juta dengan cicilan Rp 3,5 juta per bulan. Sementara itu, Hilman (31), pemilik warung kopi dan rental PS, juga berhasil membeli rumah komersial meski tidak memiliki slip gaji.
“Ini menunjukkan bahwa program perumahan yang dicanangkan oleh Pak Prabowo sangat mengedepankan masyarakat,” kata Ara.
Ia juga menekankan pentingnya pengembang perumahan yang bertanggung jawab dan profesional.
Selain mengunjungi Perumahan Shanaya Bintang Residence, Menteri Maruarar juga meninjau Perumahan Eternal Village, perumahan subsidi FLPP yang dibangun oleh PT. Adhimix Precast Indonesia di Desa Cengkong, Karawang.
Di sana, ia mengapresiasi kualitas bangunan dan sistem drainase perumahan yang baik, sehingga terhindar dari banjir.
Kunjungan Menteri Maruarar ke Karawang ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap penyediaan perumahan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan perumahan dan ketahanan pangan.










