Berita

Kompi Produksi Walahar 25 Hektare Diproyeksikan Jadi Wisata Edukasi

×

Kompi Produksi Walahar 25 Hektare Diproyeksikan Jadi Wisata Edukasi

Sebarkan artikel ini
Foto: Dandim Karawang tinjau Kompi Produksi ketahanan Pangan di Walahar.

KARAWANG, Editorial.co.id – Kompi Produksi di Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, tak hanya disiapkan sebagai kawasan produksi pangan.

Kawasan seluas sekitar 25 hektare tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi wisata edukasi ketahanan pangan bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Komandan Kodim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto saat meninjau Kompi Produksi Walahar bersama jajaran perwira, Kamis (13/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Nanda melihat langsung berbagai aktivitas yang dikembangkan di kawasan itu, mulai dari pertanian, perkebunan, budidaya ikan hingga peternakan domba dan bebek Peking.

Menurut Nanda, luas kawasan sekitar 25 hektare menjadi salah satu potensi yang dapat dioptimalkan secara bertahap, dengan tetap mempertahankan fungsi utamanya sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

“Kami ingin kawasan ini terus diperbaiki dan dikembangkan. Bukan hanya sebagai tempat produksi, tetapi nantinya bisa menjadi wisata edukasi bagi masyarakat, khususnya untuk mengenal pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan,” ujar Nanda.

Ia menegaskan, pengembangan kawasan akan dilakukan secara bertahap dengan menata berbagai sektor produksi yang sudah berjalan.

“Potensinya sudah ada. Tinggal bagaimana kita tata dan benahi secara bertahap, sehingga kegiatan produksi tetap berjalan dan masyarakat juga mendapatkan nilai edukasi,” katanya.

Dengan luas lahan tersebut, Kompi Produksi Walahar diharapkan tidak sekadar menjadi kawasan produksi, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar terbuka bagi masyarakat dan generasi muda untuk melihat secara langsung proses budidaya pangan.

Pengembangan kawasan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Kodim 0604/Karawang mengoptimalkan potensi ketahanan pangan sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *