Karawang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 83 Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menghadirkan program Pojok Literasi bagi anak-anak di Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang. Program tersebut dijalankan dengan memanfaatkan jadwal mengaji di Masjid Desa Kemiri.
Pojok Literasi merupakan program kolaborasi mahasiswa KKN dengan Taman Baca Masyarakat (TBM) Tepas Elmu yang berada di lingkungan Masjid Desa Kemiri dan dibina oleh Kang Nurul Ilmi.
Kegiatan dilaksanakan setiap Senin dan Selasa, bertepatan dengan jadwal mengaji anak-anak. Dengan begitu, mereka tetap mengikuti aktivitas rutin di masjid sekaligus memperoleh tambahan materi pembelajaran di luar pendidikan agama.
Hingga kini, program tersebut telah berlangsung enam kali pertemuan dengan jumlah peserta sekitar 30 anak pada setiap kegiatan.
Selama pelaksanaannya, mahasiswa memberikan berbagai materi secara interaktif, mulai dari membaca dan bercerita, belajar matematika, bahasa Inggris, menggambar kreatif dari bentuk lingkaran, edukasi anti-bullying, hingga membuat karya dari sampah plastik.
Penanggung jawab program, Mufida Istiqomah, mengatakan Pojok Literasi hadir sebagai upaya menumbuhkan minat baca anak-anak sejak usia dini.
“Kami melihat minat baca anak-anak di Desa Kemiri masih perlu ditumbuhkan. Harapannya, program ini dapat membentuk kebiasaan membaca sejak dini yang bermanfaat bagi masa depan mereka,” kata Mufida.
Sementara itu, Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades) Kelompok 83, Jovan Rispo, mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kang Nurul Ilmi, pihak masjid, TBM, serta perangkat Desa Kemiri atas dukungan yang diberikan. Semoga ilmu yang kami bagikan dapat menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar dan berkembang. Kami juga berharap silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga, serta mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan,” ujar Jovan.
Program ini melibatkan seluruh anggota Kelompok KKN 83, yakni Widya Indah, Amanda Putri, Brigita Trifonalisa, Ardelya Najwa, Araffi Dwi, Safa Arif, Hinggil Aryasatya, Agan Mukhbit, dan Akbar Putra.
Mahasiswa berharap Pojok Literasi dapat terus memberikan manfaat hingga masa pengabdian KKN berakhir, sekaligus meninggalkan budaya membaca dan belajar yang berkelanjutan bagi anak-anak Desa Kemiri.***












