Olahraga

Pembalap Karawang Minta Pemerintah Daerah Sediakan Sirkuit yang Representatif

×

Pembalap Karawang Minta Pemerintah Daerah Sediakan Sirkuit yang Representatif

Sebarkan artikel ini

KARAWANG,Editorial.co.id – Di tengah minimnya sarana penunjang bagi para atlet otomotif di Kabupaten Karawang, sebuah torehan prestasi gemilang justru terus diukir oleh tim balap lokal di kancah nasional.

Tim Privater Racing Yamaha Motul VND Premio Cardinals Niti MCR Creampie DRS sukses membuktikan taringnya meski harus berjuang secara mandiri tanpa fasilitas sirkuit dari pemerintah daerah.

Tim balap yang sarat prestasi ini dinahkodai langsung oleh Agung Ihkal 144, salah satu ex-rider sekaligus mantan pembalap legendaris kebanggaan masyarakat Karawang.

Di bawah kepemimpinannya, tim Privater Racing ini tidak pernah absen dalam kalender kejuaraan balap motor tingkat nasional.

Tak sekadar berpartisipasi, tim ini juga kerap kali membawa pulang trofi juara dan mengharumkan nama Karawang di podium tertinggi.

“Kami selalu aktif mengikuti ajang-ajang balap di tingkat nasional dan sering kali keluar sebagai juara. Hal ini membuktikan bahwa kualitas pembalap dan tim dari Karawang tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujar Agung pada Selasa (16/6/2026).

Namun, di balik rentetan prestasi tersebut, terselip sebuah ironi yang mendalam. Agung menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang yang dinilai masih menutup mata terhadap potensi besar dan perkembangan industri olahraga otomotif lokal.

Hingga saat ini, para pembalap Karawang terpaksa harus mencari tempat latihan ke luar daerah atau memanfaatkan fasilitas seadanya karena belum adanya sirkuit resmi di Kota Pangkal Perjuangan ini.

“Sangat disayangkan, pemerintah daerah seolah menutup mata. Tidak ada fasilitas sirkuit yang disediakan agar pembalap-pembalap Karawang bisa lebih berkembang lagi,” keluh Agung.

Mewakili rekan-rekan dan komunitas tim balap yang ada di Karawang, Agung mendesak pemerintah agar segera memberikan perhatian nyata, salah satunya dengan memfasilitasi pembangunan sirkuit balap yang representatif.

“Bayangkan, sekarang saja tanpa adanya sirkuit atau fasilitas balap yang memadai di Karawang, tim kita tetap bisa bersaing di kancah nasional dan selalu juara. Apalagi kalau didukung dengan fasilitas yang mumpuni, tentu potensinya akan jauh lebih melesat dan bisa merangkul bakat-bakat muda secara lebih terarah,” pungkasnya.

Pertumbuhan prestasi yang berjalan sendirian tanpa dukungan infrastruktur ini menjadi tamparan keras bagi Karawang yang dikenal sebagai salah satu pusat industri otomotif terbesar.

Komunitas otomotif berharap, jeritan aspirasi dari atas podium nasional ini bisa segera didengar dan diwujudkan oleh pemangku kebijakan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *