KARAWANG — Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam mengawal ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada para petani di Kabupaten Karawang.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., dalam acara Panen Raya Bersama Direktur Utama Perum BULOG dan Pimpinan VII BPK RI yang digelar di Desa Mekarjaya, Kabupaten Karawang, Kamis (11/6/2026).
Dalam sambutannya, Ahmad Rizal Ramdhani mengenang masa kecilnya saat melintasi jalur non-tol Karawang bersama orang tuanya, yang selalu mengingatkannya bahwa wilayah tersebut merupakan pusat pangan nasional.
Ia bersyukur dedikasi masyarakat dalam menjaga tradisi bertani membuat predikat tersebut bertahan hingga hari ini.
“Karawang itu adalah lumbung pangannya Jawa Barat, dan bukan hanya Jawa Barat, tapi lumbung pangannya Indonesia. Syukur alhamdulillah sampai kami dewasa sekarang, lumbung pangan itu tetap terjaga oleh masyarakat,” ujar Rizal di hadapan para tokoh masyarakat dan pejabat yang hadir.
Melihat pesatnya pembangunan infrastruktur dan industri, Dirut BULOG secara khusus mengimbau dan mengingatkan jajaran pejabat pemerintah daerah di Kabupaten Karawang untuk memperketat pengawasan terhadap lahan pertanian subur.
Ia meminta agar area produktif tidak dikorbankan demi kepentingan komersial yang destruktif terhadap ketahanan pangan.
“Mohon dengan hormat lahan-lahan pertanian kita agar kita jaga, jangan di alih fungsikan menjadi lahan komersial. Kalau memang harus dialihfungsikan, cari lahan yang lain yang kira-kira tandus dan tidak berpotensi. Tapi kalau lahan pertanian subur makmur, tolong betul-betul diawasi,” tegasnya.
Meskipun kegiatan panen raya kali ini bertepatan dengan masa akhir panen—sehingga luasan lahan yang dipanen merupakan sisa dari musim sebelumnya—BULOG optimistis menyambut musim tanam baru yang tengah berjalan.
Ahmad Rizal juga mengingatkan kembali momentum bersejarah ketika Presiden mencanangkan Indonesia Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang pada awal tahun 2025 lalu.
Menurutnya, hal tersebut merupakan kebanggaan besar sekaligus tanggung jawab yang harus dipikul bersama demi kemandirian bangsa.
“Ini menjadi sejarah dan menjadi tonggak bangsa Indonesia menjadi negara yang mandiri akan pangan. Negara yang hebat diawali dengan kemandirian pangan. Tidak ada negara maju di manapun di dunia ini tanpa kemandirian pangan,” tambahnya.
Mengakhiri narasinya, pihak BULOG mengajak seluruh elemen, baik pemerintah daerah, badan pemeriksa, hingga masyarakat petani untuk bersatu padu mendukung program strategis pemerintah pusat yang berfokus pada tiga pilar utama Kemandirian Pangan, Kemandirian Energi dan Kemandirian Air.
Sinergi dan kesamaan visi dari seluruh pemangku kepentingan diyakini menjadi kunci utama agar target swasembada pangan nasional dapat tercapai secara berkelanjutan.***












