Karawang-Suasana reses Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin (Kang HES), di Desa Curug, Kecamatan Klari, selalu jadi ajang serap aspirasi yang hidup dan penuh warna, Sabtu (24/5/2025).
Namun, dalam pertemuan terakhir itu, ada dua momen yang benar-benar mencuri perhatian dan menggambarkan betapa beragamnya cara rakyat menyampaikan unek-uneknya atau bahkan ketidaktahuannya!
Kang HES, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Partai Gerindra, dikenal suka berinteraksi langsung dengan warga. Ia memanggil Mak Dacih (65), seorang nenek sepuh yang duduk tenang di barisan belakang, dengan senyum ramah.
“Mak Dacih, kumaha damang? Ari Reses teh naon?” tanya Kang HES, mencoba membuka percakapan dengan nada akrab.
Mak Dacih hanya menatap Kang HES dengan tatapan polos. Bibirnya sedikit tersenyum, namun tak ada sepatah kata pun yang keluar.
Kang HES mengulang pertanyaannya, mencoba menggali aspirasi. Tapi Mak Dacih tetap diam, seolah pertanyaan “reses” atau “aspirasi” itu sungguh asing baginya.
Mungkin Mak Dacih lebih memilih menikmati keramaian dan kehadiran wakil rakyat di desanya, tanpa perlu berpanjang lebar.
Staf Kang HES kemudian berbisik menjelaskan arti reses, dan Mak Dacih mengangguk-angguk kecil, seolah baru memahami meski tak banyak bicara.
Tak jauh dari Mak Dacih, duduklah Mak Engkay, sosok yang dikenal punya suara dan pendapat yang lantang, serta selera humor yang tinggi.
Kang HES kemudian memanggil Mak Engkay, yang tampak sudah siap dengan “daftar pertanyaan” atau bahkan “daftar keluhan” yang menggebu-gebu.
“Mak Engkay, kumaha? Apal teu ketua DPRD Karawang teh saha?” tanya Kang HES, dengan senyum menggoda, ingin tahu sejauh mana Mak Engkay mengenali wakilnya.
Seketika, ekspresi Mak Engkay berubah. Ia mengerutkan dahi, tampak berpikir keras. Lalu, dengan suara menggelegar yang bikin seisi ruangan terdiam menanti, ia menjawab,
“Ketua DPRD? Saha nya? Anu ieu sanes nya?” katanya sambil menunjuk samar ke arah Kang HES sendiri, mengundang tawa.
Jawaban Mak Engkay yang lugas dan jenaka itu sontak membuat seisi ruangan pecah dengan tawa riuh, termasuk Kang HES sendiri yang tak bisa menahan senyum dan geleng-geleng kepala.
Meski Mak Engkay tidak tahu persis siapa Ketua DPRD Karawang, kejujuran dan spontanitasnya justru menghadirkan momen paling segar di acara reses itu.
Momen-momen seperti ini, di mana ada yang diam, ada yang polos tak tahu, dan ada yang lantang namun jenaka, justru membuat reses Kang HES terasa lebih hidup dan autentik.
Ia bisa merasakan langsung denyut nadi aspirasi masyarakat, baik yang disampaikan dengan kata-kata, maupun hanya melalui tatapan dan tawa.
Ini semua menjadi bekal penting bagi Kang HES, yang juga gencar mengusung program ekonomi kerakyatan sejalan dengan visi Pak Prabowo untuk kesejahteraan masyarakat dan desa.***










