Parlementaria

Karawang, Bekasi, Purwakarta Terancam Jadi Kawasan Industri Kosong, H. Budiwanto Ingatkan Pemprov Jabar

×

Karawang, Bekasi, Purwakarta Terancam Jadi Kawasan Industri Kosong, H. Budiwanto Ingatkan Pemprov Jabar

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jabar H. Budiwanto, S.Si., M.M.

BANDUNG-Berkembangnya kawasan industri baru di Jawa Tengah, seperti Semarang, Kendal, dan Batang, menjadi peringatan bagi Jawa Barat untuk terus memperkuat daya saing investasi, khususnya di tiga kabupaten yang menjadi pusat industri strategis, yakni Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Purwakarta.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Bidang Ekonomi dan Ketahanan Pangan, H. Budiwanto, S.Si., M.M., mengingatkan agar Pemprov Jabar tidak hanya berfokus mendatangkan investor baru, tetapi juga memastikan keberlangsungan industri yang telah lama beroperasi.

“Jangan sampai kawasan industri Karawang, Bekasi, dan Purwakarta yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Jawa Barat, suatu saat justru berubah menjadi bangunan-bangunan kosong yang dipenuhi sarang laba-laba karena investor memilih pindah ke daerah lain. Ini warning yang harus diantisipasi sejak dini,” ujar H. Budiwanto, Senin (26/10/2026) pagi.

Menurut Legislator dari Dapil Jabar X (Karawang-Purwakarta) tersebut, pergeseran pengembangan investasi ke wilayah timur Pulau Jawa merupakan dinamika ekonomi yang wajar. Namun, kondisi tersebut harus menjadi momentum evaluasi bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten/kota.

Pemerintah perlu melakukan pemetaan kondisi industri, mendeteksi potensi relokasi perusahaan, serta menyelesaikan berbagai hambatan investasi melalui komunikasi intensif dengan pelaku usaha.

“Jangan menunggu pabrik tutup baru pemerintah bergerak. Harus ada langkah mitigasi yang konkret agar investasi yang sudah ada tetap bertahan, berkembang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Jaga Iklim dan Insfrastruktur Kawasan Industri

Mantan Ketua DPD PKS Karawang ini, menekankan pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur jalan, penanganan banjir, kelancaran logistik, kemudahan perizinan, kepastian hukum, serta keamanan dan kenyamanan kawasan industri.

Menurutnya, tanggung jawab menjaga investasi bukan hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

“Investor harus merasa aman, nyaman, dan betah berusaha di Jawa Barat. Jangan sampai persoalan infrastruktur, gangguan keamanan, pungutan liar, maupun ketidakpastian pelayanan justru membuat mereka mempertimbangkan relokasi usahanya,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa keberlangsungan industri memiliki dampak ekonomi yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga aktivitas perdagangan, transportasi, koperasi, UMKM, dan usaha masyarakat lainnya.

“Ketika sebuah pabrik berhenti beroperasi, dampaknya bukan hanya pada pekerja, tetapi juga terhadap ribuan masyarakat yang menggantungkan penghidupannya pada aktivitas industri tersebut,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah, dunia usaha, pekerja, dan masyarakat memiliki komitmen bersama menjaga keberlangsungan investasi, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, serta memperkuat daya saing kawasan industri Jawa Barat.

“Jangan sampai kita sibuk mengundang investor baru, sementara investor lama justru meninggalkan Jawa Barat. Investasi bukan hanya harus didatangkan, tetapi juga dirawat, dijaga, dan dikembangkan agar tetap menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *